kpu-banglikab.go.id - Bangli, Dua kandidat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Bangli, Dewa Bagus Giri Setiawan dan I Kadek Yogi Guna Namantha Prasasta Rabu (28/12), beradu argumentasi penyampain visi dan misi dihadapan guru, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten dan Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK). Keduanya ditetapkan sebagai calon setelah melalui uji seleksi wawancara yang dilakukan guru dan MPK. Pasca adu debat, sebanyak 953 orang siswa SMAN 1 Bangli akan melakukan Pemilihan OSIS (Pemilos) secara langsung Sabtu (31/12), sesuai dengan asas PEMILU. Kepala Sekolah SMAN 1 Bangli I Nengah Sudaya mengatakan, debat calon ketua OSIS sengaja dilakukan pihaknya agar pemilih (siswa) mengetahui rekam jejak dan kemampuan calon. Menghadirkan finalis guru di SMAN 1 Bangli dan MPK. Pihaknya sengaja mengundang KPU Kabupaten Bangli sebagai institusi penyelenggara pemilu dan pemilihan, untuk selanjutnya mendapatkan masukan dan menjadi bahan evaluasi proses pemilihan kedepan agar menjadi lebih baik. Bahkan, pihaknya sangat mengapresiasi karena sejak awal KPU telah melakukan pendampingan yang didahului dengan sosialisasi tentang demokrasi yang cerdas dan pemilu berintegritas. Diharapkan, dengan telah dilaksanakan pemilihan secara langsung seperti ini maka kedepan siswa yang bakal menjadi pemilih dalam Pemilu sudah mulai memahami dan menjadi pemilih yang cerdas. Bukan lagi terpaku kepada figur namun sudah mulai mencermati visi dan misi yang ditawarkan calon. Ketua KPU Kabupaten Bangli I Dewa Agung Gede Lidartawan,S.TP.,M.P mengatakan,pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan SMAN 1 Bangli. Agar model pemilihan yang langsung seperti ini bisa diikuti sekolah lain di Bangli. Diakui, pendidikan demokrasi dan politik kepada masyarakat harus dimulai sejak awal. Pelajar yang nanti bakal menjadi pemilih pemula dalam Pemilu agar mulai cerdas dan kritis. Terlebih di Bangli kedepan sangat diperlukan tampilnya SDM yang cerdas. Baik sebagai pengelola pemerintahan, wakil rakyat hingga penyelenggara Pemilu itu sendiri. ‘’Silakan berdemokrasi dengan baik dan cerdas. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa agar mulai cerdas. Cerdas dalam berpolitik maupun berdemokrasi,’’pintanya. (puj/foto : kpubgl)